Terapi Lintah Menurut Islam

By On Sunday, August 16th, 2015 Categories : Pengobatan

terapi lintah menurut islamTerapi lintah menurut Islam – Lintah merupakan hewan yang luar biasa, sekarang hewan ini digadang-gadang sebagai hewan yang memiliki banyak manfaat terutama untuk dunia kesehatan, dimana hewan ini biasa digunakan sebagai media pengobatan, baik sedotannya, ludahnya, minyaknya dan hewannya itu sendiri. Terapi pengobatan lintah sudah sangat populer di Indonesia, sehingga sudah banyak tempat terapi bekam di beberapa kota (Baca : Terapi lintah di bandung, terapi lintah di jakarta). Namun bagaimana pangobatan terapi lintah menurut islam, karena sebagai umat islam kita harus lebih mengkaji agar bisa tetap dalam koridor kehati-hatian dan syar’i.

Fakta terapi lintah menurut islam

Ada keterangan bahwa lintah tersirat dalam kitab suci Al-Quranul Kariim, bahkan pada ayat-ayat pertamakali mukjizat Al-Quran kepada Rasulullah SAW, pasti anda pembaca disini sudah pada hapal atau mengenal ayat tersebut, bunyinya :surat al-alaq 1-5 dengan artinya

Dalam ayat kedua surat ini disebutkan bahwa manusia diciptakan dari segumpal darah (‘alaqah), dan dalam bahasa Arab pun lintah disebut sebagai ” ‘alaqah “. Memang dari segi bahasa ‘Alaqah sendiri bisa mempunyai 3 makna:

  1. ‘Alaqah = Lintah
  2. Sesuatu yang menempel atau tergantung
  3. Gumpalan Darah / Segumpal Darah

Segumpal darah dalam rahim ibu merupakan embrio yang selama fase ini embrio mendapatkan asupan makanan dengan melalui aliran darah dari sang ibu, kalau ditelaah ini mirip dengan hewan lintah yang mendapatkan makanan dengan menghisap darah makhluk lain, bisa ikan, kerbau atau manusia. Dan apabila kita bandingkan lebih dalam suatu gambar, embrio¬† pada masa ‘alaqah ada kemiripan bentuknya, perhatikan gambar berikut :

lintah embrio kandungan

Sesuai dengan Sabda Nabi bahwa “setiap penyakit ada obatnya“, para sahabat dan ilmuwan-ilmuwan Islam jaman dahulu banyak yang mencari solusi akan berbagai penyakit, dan salah satunya dalah terapi lintah (hirudo teraphy) yang dikenalkan oleh Ibnu Sina (dikenal sebagai Avisenna) dan termaktub pula dalam buku karyanya yaitu The Cannon of Medicine, Lintah dijadikan sebagai alat untuk terapi pengobatan kulit dan stagnasi (penyumbatan) pada darah. Di zaman abad pertengahan terapi lintah ini juga banyak diminati mayarakat eropa karena khasiat dan manfaat terapi lintah yang sangat menakjubkan. Dan sekarang lebih banyak lagi hasil dan manfaat dari terapi lintah yang lebih luas lagi seperti terapi lintah untuk penyembuhan jantung, stroke, kanker, asam urat, untuk kecantikan, tumor dan banyak lagi aplikasinya.

Terapi lintah menurut Islam dalam pengobatan Thibbun Nabawi

Dalam Thibbun Nabawi dikenal dengan terapi bekam, dimana prosesnya adalah penyedotan darah kotor pada pembuluh darah melalui penyayatan/penusukan pada bagian kulit manusia dan disedot dengan suatu alat dan dipompa untuk keluar. Hal ini mirip dengan perilaku lintah dalam menyedot darah, lintah akan mengigit dengan gigi kitinnya yang berbentuk garis tiga dan menyedot darah kotor, dan menyuntikan suatu zat khusus dalam lintah yaitu hirudin yang mampu mengencerkan darah. Pembuluh darah akan lebih melebar, gumpalan-gumpalan pada darah akan dipecah sehingga aliran darah akan semakin lancar. Lintah menyedot darah pada tubuh secukup yang dia mau, dan itu akan cukup untuk hidup dia 2-6 bulan kedepan tanpa makan lagi.

Kelebihan penyedotan darah oleh hewan lintah ini bisa dilakukan pada titik-titik yang tidak mampu dilakukan oleh alat pada alat bekam, seperti di selah-selah kulit yang permukaannya kecil atau sempit untuk menyimpan gelas cupping pada proses bekam, dan penyedotan dengan lintah merupakan kegiatan simbiosis mutualime, dimana kedua belah pihak saling diuntungkan karena manusia sehat dan lintah kenyang dan memberikan rasa terimkasihnya dengan menyuntikan hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah.

Terapi lintah menurut islam sudah tersiratkan dalam beberapa hal yang menurut sejarahnya sudah dijabarkan oleh ahli medis islam, yaitu Ibnu Sina.

Terapi Lintah Menurut Islam | admin | 4.5